May 17, 2022

Bangunan Rangka Baja/Gudang Diatas Lahan Hijau Diduga Tidak Memiliki IMB

3 min read

Jakarta, aspirasipublik.com – Masih Banyaknya Pelanggaran perda yang terjadi di wilayah DKI Jakarta, awak media AP, mendapatkan sebuah Bangunan berskala besar, yang rencananya akan dibangun untuk Pabrik atau Gudang,
Senin 06/04/20 pukul 10.40 wib, sempat mendatangi dan bertemu dengan mandor lapangan, untuk Silaturrahmi dan Konfirmasi, namun sang mandor, enggan memberikan keterangan.
Bangunan tersebut berada di Jl. Raya Kampung Bojong tidak jauh dari Kampus Universitas Darma Persada, pinggir Saluran Kali Inspeksi Buaran.
Diduga, Bangunan tersebut berdiri pada Zona Hijau, yang peruntukannya untuk Ruang Terbuka Hijau(RTH).
Pemilik Bangunan Rangka Baja/Gudang adalah Salah seorang Tokoh Masyarakat, yang berinisial, H.P. Dia berdomisili di wilayah Kelurahan Duren Sawit, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Salah seorang pekerja, yang tidak mau disebut namanya mengatakan, “kalau  ijin-ijinya sedang diurus.”  Ijin IMB nya belum dimiliki, tapi pelaksanaan pembangunan berupa pondasi cakar ayam sudah mulai dikerjakan.
Nampak  Tiang berupa H-Biem sudah dipersiapkan, tinggal pemasangannya.
Lagipula mana bisa, Lahan untuk penghijauan, dibangun untuk Gudang/Pabrik. Jelasnya lahan tersebut, hanya dapat digunakan untuk Resapan Air.
Jadi seandainya, IMB dapat diterbitkan, itu artinya ada Persengkokolan/Permainan antara pemilik bangunan dengan Instansi Pemerintah.
Kami dari media, sudah mencoba ingin konfirmasi sehubungan dengan pembangunan tersebut. Dan sudah menghubungi lewat W.A melalui handphone selulernya.
Namun, tidak ada tanggapan sama sekali, Pemilik Bangunan, terkesan meremehkan dan menganggap angin lalu.
Hal ini ingin dikonfirmasikan langsung kepada pemilik bangunan tersebut, tentang  prosedur Tatib IMB yang sengaja tak diindahkan.
Harusnya ijin IMB, diurus dahulu, ketika sudah siap,
Barulah proyek pembangunan dapat dilaksanakan.
Namun ini kebalikannya, ijin IMBnya belum ada, tapi pembangunannya sudah dimulai.
Ini namanya, pembangunan tersebut sudah mendahuluinya. “Ini jelas pelanggaran kepada Perda dan Pergub tentang aturan membangun di DKI Jakarta”. Ucap masyarakat setempat.
Mengacu kepada, Perda no 07 tahun 2010, Perda no 01 tahun 2014, dan Pergub No.128 tahun 2012, Pembangunan yang direncanakan untuk Pembangunan Pabrik atau Gudang, jelas sudah menyalahi aturan, dan menganggap remeh, tentang tara-tertib Ijin Mendirikan Bangunan.
munculnya tandatanya besar terhadap  Instansi terkait CKTRP Kec. Duren Sawit dan CKTRP Suku Dinas Tata kota Jakarta Timur, mengetahui atau tidak dengan adanya pembangunan, yang sudah mengindahkan peraturan Perda dan Pergub.
masyarakat yang mengkritisi sikap kinerja Kasie CKTRP Kec. Duren Sawit dan Kasie Sudin CKTRP Walikota Jakarta Timur.
Apakah kedua Instansi tersebut, yang berwenang sebagai pengawas tentang tentang pembangunan rencana kota sudah mengetahui atau belum?.
Jika sudah mengetahui adanya pembangunan yang diduga melanggar/menabrak aturan, kiranya harus segera ditindak, agar jadi pembelajaran untuk masyarakat lainnya.
Namun jika kedua Instansi belum tau, beberapa masyakata juga sudah menginformasikannya dengan cara menyampaikan kepada Bagian pengawasan pembangunan Tata Kota DKI Jakarta, untuk segera menghentikan pembangunan tersebut.
Dan jika tetap dibiarkan pembangunan itu terus berlanjut, dapat diduga ada unsur permainan atau ada unsur upeti yang diberikan, dari pemilik bangunan kepada Instansi Bagian pengawasan Tata Kota, selaku penegak Perda.
dimana masyarakat menghimbau, Janganlah aturan dibuat tajam kebawah dan tumpul diatas.
Hal ini terjadi bilamana ada seseorang yang berpengaruh membangunkan dan melakukan pelanggaran, itu didiamkan saja.
Tapi bilamana bila masyarakat biasa, membangun dan melanggar, itu segera ditindak. Ini jelas sudah pilih kasih atau tebang pilih.
Sampai berita ini,diturunkan, belumlah ada tanda-tanda pembangunan Pabrik/Gudang tersebut, akan dihentikan.
Sekali lagi, Masyarakat, sangat menunggu bukti kerja nyata, dari Kedua Instansi yang bertugas sebagai pengawasa Tata Kota dan sebagai penegak Perda.(Agus Kuncoro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.