Pernyataan Media Pimpinan Nasional (Pimnas) Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Tentang Perayaan Idul Fitri 1442 H

Dengan selesainya Ramadhan tahun 1442 H, kita segera menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri yg ditandai rasa syukur oleh seluruh umat Islam yg menunaikan ibadah di bulan suci ini. Terkait dengan hal tersebut, Pimnas PPI perlu untuk menyampaikan pandangan sebagai berikut:

  1. Bangsa Indonesia patut bersyukur atas lancarnya kegiatan keagamaan dan sosial yg terkait dengan bulan Ramadhan. Termasuk hadirnya toleransi dan saling menghormati di tengah2 kehidupan masyarakat yg majemuk. Hal demikian adalah salah satu modal sosial yg penting bagi kerukunan, persaudaraan dan persatuan nasional.
  2. Kelancaran berbagai kegiatan di bulan Ramadhan dalam suasana yg aman dan tertib adalah tanda makin menyatunya kesadaran keagamaan dan kesadaran kebangsaan. Inilah yg harus terus dirawat dan diperkuat terus untuk masa2 yg akan datang.
  3. Kemenangan Idul Fitri yg ditandai saling memaafkan perlu diterjemahkan lebih lanjut untuk makin meredakan ketegangan dan pembelahan sosial dan politik yg masih terasa pasca pilpres 2019. Sudah saatnya semua kembali bersatu-padu untuk bekerja mengatasi keadaan sulit akibat pandemi dan masalah2 lama yg belum teratasi dengan baik.
  4. Suasana Idul Fitri tahun ini harus dijadikan momentum untuk membuka lembaran baru relasi sosial dan politik bagi seluruh elemen bangsa yg penuh dengan suasana ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah. Hanya bangsa yg bersatu dan bekerja keras bersama yg mempunyai masa depan cemerlang. Bangsa yg berseteru dan berkonflik akan kehabisan energi untuk bisa bergerak maju dan berjaya.
  5. Meminta kepada para pemimpin bangsa, pemimpin politik, pemimpin agama, pemimpin sosial dan budaya untuk secara sungguh2 tanpil sebagai teladan bagi usaha2 memajukan persatuan dan persaudaraan. Ucapan, sikap dan tindakan para pemimpin diharapkan berjalan pada koridor persatuan dan menghindari perpecahan. Pemerintah menunjukkan kesungguhan mencinta dan melayani kepentingan rakyat. Sementara rakyat menunjukkan hormat dan patuh kepada aturan dan norma yg berlaku. Sikap kritis dilakukan dengan cara yang tertib dan damai, sedangkan pemerintah juga berlapang dada dan terbuka terhadap kritik dan masukan publik.

Demikian pandangan ini kami sampaikan. Semata2 untuk Indonesia kita yg lebih baik. (Presidium, Dr. Sri Mulyono)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: