Bunda Niken Apresiasi Pemkab Loteng Fasilitasi Dekranasda dan LASQI

Mataram, aspirasipublik.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Hj. Niken Widyawati Zulkieflimansyah  mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah yang telah memfasilitasi kerajinan dan kesenian masyarakatnya dengan sangat baik.

Pasalnya, Dekranasda Lombok Tengah sudah menyiapkan showroom bagi perajin dan UKM untuk memamerkan produk kerajinan Loteng. Begitupula dengan pengurus Lembaga Seni dan Qasidah (LASQI) Loteng, meski baru dilantik, pengurus telah melakukan seleksi grup kesenian untuk mengikuti qasidah kolaborasi yang direncanakan LASQI NTB.

Hal tersebut dismapaikan Bunda Niken, sapaan akrabnya, saat melantik  pengurus LASQI berbarengan dengan pengurus Dekranasda kabupaten Lombok Tengah, di aula kantor Bupati Loteng, Selasa (15/06).

“Saya benar benar mengapresiasi dukungan Pemkab Loteng yang memfasilitasi kerajinan dan kesenian sangat baik. Semoga para pengurus dapat bekerja dengan baik dan memajukan kerajinan dan kesenian Lombok Tengah,” ucap Bunda PAUD Nasional tersebut.

Bunda Niken percaya, Lombok Tengah yang memiliki kekayaan dan kesenian yang sangat beragam dapat lebih berkembang di masa depan. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi dalam pemasaran dan mulai merencanakan rumah kemasan untuk branding dan packaging produk agar menjangkau pasar lebih luas.

Begitupula dengan LASQI yang dinilainya sangat perhatian dengan kesenian setelah lima tahun pengurus lama tak beraktifitas. Iapun mengapresiasi langkah seleksi seniman qasidah oleh Ketua LASQI yang baru, Nurul Aini Fathul Bahri untuk berpartisipasi dalam qasidah kolaborasi.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, H. Fathul Bahri mengatakan, dinamika masyarakat Lombok Tengah yang intens membuat seluruh sektor pembangunan membutuhkan perhatian. Namun demikian, Fathul menilai kesenian dan kerajinan patut mendapatkan perhatian karena melibatkan UKM dan perajin yang menjadi tulang punggung ekonomi. Begitupula dengan kesenian yang harus terus dipelihara sebagai kekayaan budaya.

“Semua harus mendapatkan perhatian. Mudah mudahan dengan ikhtiar kita masyarakat Loteng dapar merasakan manfaatnya,” jelas Fathul. (Syarif)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *