Lion Air Group Terus Melakukan Evaluasi Kinerja serta Menjalankan Perbaikan Agar Tetap Tumbuh dan Dapat Bersaing

Jakarta, aspirasipublikcom – Lion Air (kode penerbangan JT) dan Batik Air (kode penerbangan ID) member of Lion Air Group menyampaikan keterangan resmi mengenai pengoperasian pesawat udara (armada), bahwa mengoperasikan pesawat udara melalui 2 (dua) skema atau pola. Pertama: finance lease yakni sewa beli. Kedua, operating lease, yaitu sewa pesawat udara.

Selama pengoperasian pesawat udara, Lion Air Group sangat menghormati perjanjian yang telah disepakati dalam kontrak, dengan menjalankan seluruh kewajiban pembayaran dan pemeliharaan pesawat udara (maintenance).

Dalam kondisi dan situasi masa waspada pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), di luar kemampuan yang belum pernah terjadi sebelumnya, Lion Air Group melakukan adaptasi (penyesuaian) yang berdampak ke bisnis, salah satunya restrukturisasi dengan pihak atau mitra Lion Air Group. Keputusan ini, digunakan untuk melakukan perbaikan yang tujuan akhirnya adalah memperbaiki serta memaksimalkan kinerja yang dijalankan perusahaan. Lion Air Group sangat perlu melakukan evaluasi kinerja dan melakukan perbaikan agar tetap tumbuh dan dapat bersaing.

Dari 299 armada (pesawat udara) yang dioperasikan baik skema finance lease maupun operating lease, terdapat 6 (enam armada) yang dikirim ke Alice Spring, Australia, lokasi yang disepakati bersama lessor.

Keputusan tersebut diambil (dibuat), dengan penjelasan bahwa:

  1. Lion Air Group sudah melakukan negosiasi dengan semua mitra, 90% ada kesepakatan serta solusi terbaik ditengah masa waspada pandemi Covid-19.
  2. Lion Air Group menilai (menurut hemat kami) tepat dan menjadi salah satu solusi terbaik, mengingat kondisi pasar (market) yang ada saat ini mengalami penurunan sehingga perlu mengurangi jumlah pesawat udara.
  3. Memberikan dampak lebih efisien serta mampu menyesuaikan kapasitas angkut penumpang dan kargo.
  4. Mendukung operasional dan kinerja Lion Air Group, karena setelah proses direstrukturisasi, biaya mengalami penurunan.

Lion Air Group senantiasa menghormati berbagai sikap yang diambil atas keputusan berdasarkan prosedur dan ketentuan berlaku sejalan mengutamakan asas profesionalitas bisnis (corporate to corporate) yang telah terjalin selama ini.

Lion Air Group memastikan operasional dan layanan penerbangan tetap dijalankan sesuai permintaan pasar dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan dan sesuai pedoman protokol keseahtan.

Pesawat udara yang ada dan belum dioperasikan tetap dilakukan proses perawatan pesawat udara dan pengerjaan lain berdasarkan standar operasional prosedur. Hal ini memastikan dan dipersiapkan bahwa seluruh armada dinyatakan layak dan aman diterbangkan (airworthiness for flight).

Lion Air Group optimis, pasar penerbangan di Indonesia (pasar domestik) masih ada dan akan terus tumbuh mendatang. (Obe)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *