Dr. Sigit Dandung Utomo, SE., MM. Kolonel Laut (S) Kepala Keuangan Wilayah (Kakuwil) Lantamal Xl Merauke, Raih Gelar Doktor Ilmu Pemerintahan IPDN ke 147

Jakarta, aspirasipublik.com – Semangat dan ketekunan Dr. Sigit Dandung Utomo, SE., MM.  Kolonel Laut (S)  Kepala Keuangan Wilayah (Kakuwil) Lantamal Xl Merauke  dalam proses tahapan Ujian Pra Kualifikasi Khusus/Prelim, Pra kualifikasi doktor, ujian proposal disertasi, seminar hasil penelitian, yang dilanjutkan dengan ujian tertutup, Hingga hari ini Rabu, tanggal 15 September  2021 merupakan hari yang bersejarah karena hari ini resmi menyandang gelar Doktor Ilmu pemerintahan yang ke 147 dengan pridikat Sangat Memuaskan.

Pelaksanaan promosi sidang terbuka promosi Doktor yang dilakukan di gedung pasca sarjana IPDN cilandak, dengan tetap melakukan protokol kesehatan guna mencegah penularan covid -19 sesuai peraturan pemerintah.

Untuk promotor dan penguji ada yang hadir langsung dan ada yang melalui daring, Sidang yang dipimpin Direktur Pasca Sarjana  Prof. Dr. H. Wirman Syafri, M.Si mewakili atasnama  Rektor IPDN Dr. Hadi Prabowo, MM., dan Didampingi Wakil Direktur Pasca sarjana       Prof. Dr. Muh. Ilham, M.Si. dan Dr. Ika Sartika, MT., wakil direktur pasca sarjana, Serta Ketua  Prodi Pasca Sarjana Dr. Mansyur Achmad, M.Si.

Tim Promotor yang terdiri atas: Prof. Dr. H. Ermaya Suradinata, S.H., M.H., MS. (Hadir Langsung)., Dr. Sampara Lukman, M.A. (melalui daring)., Dr. Ika Sartika, MT. (Hadir Langsung)., penelaah/penguji yang terdiri atas: Dr. Hadi Prabowo, MM (Rektor IPDN)., Prof. Dr. H. Wirman Syafri (Direktur Pasca Sarjana memimpin jalannya sidang)., Prof. Dr. Muh. Ilham, M.Si. (Hadir Langsung wakil Dir Bidang Akademik)., Prof. Dr. Drs. I. Nyoman Sumaryadi, M.Si. (Melalui Daring)., Prof. Dr. Fernandes Simangunsong, M.Si. (Hadir Langsung)., Dr. Deti Mulyati, S.H., M.H., CN. (Hadir langsung Wakil Rektor IPDN)., Dr. Mansyur Achmad, M.Si. (Kapprodi program Pasca Sarjana Hadir Langsung)., Dr. Tumpak H. Simanjuntak, MA., (Irjen Kemendagri).

Riwayat singkat Dr. Sigit Dandung Utomo, S.E., MM, lahir di Purwodadi, 24 Maret 1970. bekerja sebagai perwira TNI Angkatan Laut dan menjabat sebagai Kepala Keuangan Wilayah Lantamal XI Merauke, Menikah dengan seorang istri yang sekarang juga perpangkat sebagai Kol laut (S/W) suyartini, SE., MM. (Suami istri Kolonel AL), dikaruniai dua orang putri yang pertama dr. Danny yovita maharani dan putri kedua Fadhillah Aprialiandri S. Ked.

Dr. Sigit Dandung Utomo, S.E., MM, Menyelesaikan pendidikan tingkat sekolah dasar di SD Kartini V Cirebon pada tahun 1976 hingga 1982. Selanjutnya melanjutkan ke jenjang menengah di SMP Negeri IV Cirebon pada tahun 1982 hingga 1985. Kemudian selanjutnya pada tingkat menengah atas di SMA Negeri Tanjung Karang, Bandar Lampung pada tahun 1985 hingga 1988. menyelesaikan pendidikan tingkat sarjana (S1) di Universitas Bandar Lampung pada tahun 1993, dan kemudian melanjutkan ke jenjang magister (S2) di UPN Veteran Jakarta, dan selesai di tahun 2015.

Disertasi Dr. Sigit Dandung Utomo, S.E., MM.,   berjudul “Pengaruh Kepemimpinan dan Kesejahteraan Sosial Ekonomi Terhadap Tingkat Stress dan Komitmen Kerja Personil Mako Koarmada I TNI Angkatan Laut.” Tema ini menjadi aspek penting dikarenakan TNI Angkatan Laut memegang peranan sangat penting dalam menjaga keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara, baik dari sisi kedaulatan hingga ekonomi politik. Namun demikian dalam perjalanannya, terdapat begitu banyak tantangan yang dihadapi oleh TNI Angkatan laut khususnya dari sisi personel, di mana tingkat stress kian menjadi perhatian oleh karena dampaknya terhadap keberlangsungan kinerja TNI Angkatan Laut. Animo masyarakat untuk bergabung bersama TNI Angkatan Laut mengalami peningkatan secara gradual dari periode 2015 hingga 2019, namun demikian peningkatan jumlah personel yang mengalami tekanan mental (stress) juga semakin meningkat. Aspek penting yang menjadi hipotesa utama dari masalah ini adalah gap antara ekspektasi dan realitas kinerja dikarenakan pola kepemimpinan komandan kesatuan dan aspek kesejahteraan sosial ekonomi personel. Dengan demikian diperlukan suatu tools analisis yang komprehensif dalam memprediksi potensi terjadinya tekanan mental (tingkat stress) personel dan menilai dampaknya terhadap kinerja, sehingga langkah-langkah antisipatif dapat diambil guna memastikan optimisasi peran TNI Angkatan Laut dalam menjaga keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan analisis hubungan sebab akibat (causal relationship). Metode kuantitatif dengan metode survei, instrumennya menggunakan kuesioner yang diberikan kepada responden yang dipilih secara acak (random sampling) sebanyak 324 responden untuk mendapatkan data secara langsung, di mana penentuan jumlah sampel dilakukan dengan menggunakan perhitungan slovin formula dengan margin of error sebesar 5%. Data data responden meliputi tanggapan langsung mengenai indikator dari variabel yang akan dianalisa. Pengumpulan data ini sebagai langkah awal dalam proses analisis penelitian ini.

Dalam penelitian yang berbasis kepada kajian sumber daya manusia, faktor – faktor yang digunakan tidak dapat diukur langsung, karena erat kaitannya dengan persepsi. Faktor-faktor yang tidak dapat diukur langsung disebut sebagai faktor laten. Secara mendetail, data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data primer yang bersumber dari responden yang merupakan personel TNI Angkatan Laut Mako Koarmada I. Data pada penelitian ini menggunakan skala likert sebagai pengukuran dari  Dalam melakukan analisis hubungan sebab akibat (causal relationship), penelitian ini menggunakan tiga jenis variabel, yaitu variabel independen yang mencakup kepemimpinan dan kesejahteraan sosial, kemudian variabel mediasi yaitu tingkat stress, dan variabel dependen yaitu kinerja personel Mako Koarmada I TNI Angkatan Laut. Analisis hubungan sebab akibat (causal relationship) dilakukan dengan menggunakan teknik estimasi structural equation modeling (SEM) dengan menggunakan software Lisrel.

Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan oleh Dr. Sigit Dandung Utomo, S.E., MM., terdapat beberapa temuan utama yang penting sebagai berikut.

  1. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa variabel kepemimpinan berdampak signifikan dan negatif terhadap potensi peningkatan tekanan mental (stress). Hal ini bermakna bahwa peningkatan kualitas kepemimpinan pada TNI Angkatan Laut akan menurunkan potensi terjadinya tekanan mental (stress) personel TNI Angkatan Laut. Hal ini dikarenakan kepemimpinan yang berkualitas dapat diindikasikan melalui arahan yang jelas kepada bawahan, komunikasi yang membangun dari pemimpin kepada bawahan, hingga motivasi-motivasi bersama yang dapat meningkatkan semangat para personil. Selain daripada itu komunikasi yang baik dari para pemimpin dapat mendorong komunikasi yang lebih inklusif dan terbuka antar pemimpin dan anggota, sehingga potensi terjadinya tekanan mental pada personel pun dapat dicegah.
  2. Dari sisi kualitas kesejahteraan sosial ekonomi, dampaknya tidak signifikan terhadap tingkat stress. Hal ini bermakna bahwa peningkatan atau penurunan kesejahteraan sosial pada personel TNI AL tidak akan berdampak signifikan pada stabilitas mental prajurit.
  3. Selain daripada berpengaruh terhadap penurunan tingkat stress, variabel kepemimpinan juga berdampak positif dan signifikan terhadap komitmen kinerja personil TNI Angkatan Laut. Hal ini bermakna bahwa semakin meningkatnya kualitas kepemimpinan pada pimpinan yang ada lingkungan/organisasi TNI Angkatan Laut, maka semakin tinggi pula komitmen kinerja dari para personil. Pengaruh yang signifikan pada aspek kepemimpinan terhadap menunjukkan pentingnya peran kualitas kepemimpinan dalam mendorong kinerja berkelanjutan (sustainable performance) dalam jangka Panjang
  4. Untuk kualitas kesejahteraan sosial ekonomi, dampaknya juga secara statistik tidak signifikan terhadap komitmen kerja personil. Hal ini bermakna bahwa peningkatan kesekahteraan sosial dan ekonomi tidak akan berdampak bagi peningkatan kinerja personil TNI Angkatan Laut.
  5. Variabel tingkat stress tidak memiliki dampak yang signifikan pada peningkatan komitmen kerja, yang bermakna bahwa peningkatan tekanan mental pada personil TNI Angkatna Laut tidak akan berdampak signifikan pada komitmen kinerja para personil.
  6. Variabel kepemimpinan berdampak positif dan signifikan terhadap kesejahteraan sosial ekonomi. Hal ini bermakna bahwa peningkatan kualitas pemimpin yang ada pada TNI Angkatan Laut dapat meningkatkan kualitas kesejahteraan sosial ekonomi. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan memegang peranan yang penting dalam mendorong peningkatan kualitas kinerja TNI Angkatan Laut dalam jangka panjang.

Berdasarkan hasil temuan penelitian di atas, kepemimpinan memegang peranan penting dalam upaya:

  1. Peningkatan kinerja personil TNI AL. Jika seorang pemimpin memiliki komitmen kepemimpinan yang kuat, maka secara otomatis akan tercipta lingkungan kerja di mana setiap personil memiliki tanggung jawab yang tinggi atas tugas yang diemban, Hal ini dikarenakan personil tidak merasa sepenuhnya “diperintah,” namun lebih merasa “dilibatkan” pada suatu aktivitas yang hebat dan membuat diri mereka teraktualisasi dengan sangat baik di lingkungan kerjangan.
  2. Bentuk dari dampak kuatnya kepemimpinan adalah persepsi terhadap rasa tanggung jawab yang lebih besar dan meningkatkan komitmen afektif. Lewat atasan lah bawahan mulai mengidentifikasi tujuan dari organisasi dan menginternalisasi nilai-nilainya.
  3. Tindakan atasan dilihat sebagai tindakan organisasi; di mana organisasi dipersonifikasikan lewat atasan, dan dalam jangka panjang bawahan akan terus termotivasi untuk mengambil bagian dari proses yang positif ini.

Dengan demikian dapat ditarik sebuah konsep besar bahwa kepemimpinan sangat diperlukan dengan tujuan:

  1. Mengatasi tantangan instabilitas kondisi mental personil dengan berbagai faktor yang mencakup masalah internal personil (seperti kondisi ekonomi) maupun hubungan interpersonalnya dengan anggota keluarga inti dan dengan orang lain, dan juga yang mencakup dengan lingkungan kerjanya di kesatuan TNI AL.
  2. Dalam konteks kepemimpinan ini, seorang pimimpin harus memiliki sense of belonging terhadap kesatuan, sehingga secara psikologis tercipta efek penahan stress yang kuat pada personil, karena merasakan tempat bekerjanya adalah rumah kedua yang dapat dijadikan tempat untuk menurunkan tingkat stress yang ia dapatkan dari kondisi-kondisi di luar pekerjaannya.
  3. Untuk dapat terus mempertahankan kepemimpinan yang kuat dan berkualitas dalam jangka panjang, maka dibutuhkan suatu model pendekatan kepemimpinan yang transformatif, di mana jenis kepemimpinan ini selalu berorientasi terhadap peningkatan kualitas organisasi dan sumber daya manusia yang ada di dalamnya.
  4. Merealisasikan pendelagasian tugas – tugas keorganisasian dalam melalui pembagian kerja yang dapat meningkatkan partisipasi personil khususnya secara psikologis dalam memajukan organisasi Koarmada TNI AL. Namun hal penting yang harus digarisbawahi adalah pembagian kerja ini harus berdasarkan kepada kompetensi yang relevan. Tugas ini dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu operasional dan staf. Sebagai contoh pada kelompok pekerjaan staf, lebih banyak diisi oleh lulusan perwira karir yang sebelumnya merupakan lulusan diploma/sarjana/pascasarjana dengan kompetensi sesuai dengan keahlian masing-masing untuk menunjang efektivitas dan efisiensi kegiatan organisasi Koarmada I TNI AL, sedangkan untuk aktivitas operasional akan diisi oleh lulusan akademi militer (yang jenjang pendidikan militernya lebih panjang dari tingkat paling dasar) dikarenakan kompetensi pendidikannya murni militer.

konsep utama yang didorong adalah kepemimpinan transformasional di lingkungan TNI Angkatan Laut Mako Koarmada I. Menurut Robbins (2016), bahwa jenis kepemimpinan secara garis besar terbagi menjadi empat bagian utama yaitu i) transactional leadership yang merupakan pola kepemimpinan yang memanfaatkan perubahan sosial yang terjadi di sekitarnya, ii) transformational leadership yang merupakan pola kepemimpinan yang mendorong perubahan positif dengan menginsipirasi untuk pencapaian tujuan besar, iii) charismatic leadership yang merupakan pola kepempimpunan di mana antusiasme dan kepercayaan diri seorang pemimpinan mempengaruhi anggota dalam bentuk tertentu, dan iv) visionary leadership yang merupakan pola kepemimpinan untuk menciptakan dan mengartikulasikan visi yang realistis, kredibel, dan menarik untuk pencapaian yang lebih besar di masa mendatang.

Di sisi lain, bahwa tugas pokok dan fungsi Koarmada I TNI AL bertitik berat pada aspek pembinaan. Jika kita merujuk kepada definisi pembinaan menurut KBBI (2020), bahwa secara bahasa pembinaan dapat dimaknai sebaga cara, pembaharuan, penyempurnaan, usaha, tindakan, dan kegiatan yang dilakukan secara efisien dan efektif untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa secara konseptual pun, pola kepempinan yang diberlakukan pada Koarmada I TNI AL berorientasi pada mendorong perubahan positif untuk pencapaian tujuan yang lebih besar (lebih baik). Maka dapat disimpulkan bahwa jenis kepemimpinan yang digunakan di dalam organisasi militer Koarmada I TNI AL adalah jenis kepemimpinan transformasional. Oleh karena berorientasi pada pencapaian tujuan yang lebih baik lagi, maka kepemimpinan berdampak signifikan pada peningkatan komitmen kerja, penurunan tingkat stress, dan peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi personil Koarmada I TNI AL.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat stress, peningkatan komitmen kerja, dan peningkatan kesejahteraan sosial personel Mako Koarmada I TNI AL. Keberhasilan dari komitmen kepemimpinan ini dapat terjadi dalam jangka penjang dan berkelanjutan jika pijakannya berorientasi kepada pengembangan kualitas sumber daya manusia dan organisasi atau yang dikenal dengan kepemimpinan transformatif sebagai konsep baru dalam disertasi ini.

Nasehat akademik yang disampaikan oleh ketua promotor Prof. Dr. H. Ermaya Suradinata, S.H., M.H., MS. Kepada Doktor Dr. Sigit Dandung Utomo, S.E., MM, dengan prestasi studi ini, dan dengan ilmu yang saudara dapatkan selama mengikuti perkuliahan di Program Studi Ilmu Pemerintahan, kini saudara dihadapkan pada tantangan yang lebih besar dan sekaligus tuntutan profesi yang lebih berat. Artinya, langkah panjang suadara di dunia keilmuan untuk mendarmabaktikan ilmu pemerintahan tersebut bagi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Kami berharap dan berpesan kepada saudara agar saudara dapat membuktikan segenap kemampuan profesional saudara di berbagai bidang, serta berperan aktif dalam pengembangan ilmu pemerintahan pada khususnya. Jauhkanlah rasa bangga yang berlebihan dan berujung pada kesombongan, gunakanlah ilmu padi yang semaki berisi akan semakin merunduk, jadilah insan profesional yang bertaqwa, berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Ucapan selamat juga dari keluarga besar media Aspirasi Publik Pimpinana Redaksi Oberlian Sinaga yang sekarang sedang menyelesaikan program Doktor IPDN dan DR. Joko Susilo Raharjo Watimena Wartawan Aspirasi publik serta seluruh keluarga besar aspirasi publik  seluruh Indonesia .Semoga ilmu yang didapat berguna untuk lingkungan kerjanya terutama kesatuannya TNI AL, Penyemangat anak dan istri serta keluarganya, ilmunya berguna untuk masyarakat Bangsa dan negara tercinta Aamiin YRA .(Oberlian Sinaga @JSRW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *