
Jakarta, aspirasipublik.com – Kamis, 11 Juni 2026 berlangsung dari pukul 12.00 dan selesai pukul 15.00 di Ruang sidang Terbuka lantai satu gedung pasca sarjana Institut Pemerintahan Dalam Negeri Jakarta, Bapak Prof. Dr. Muhadam Labolo, M.Si., Direktur Pasca sarjana mewakili atas nama Rektor IPDN Bapak DR. Halilul Khairi. S Sos. M.Si., siang ini diputuskan hasil sidang promosi Doktor atas Nama Dr. Dyan Airlangga, S.STP., M.AP., Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi DKI Jakarta, Setelah mempertahankan Disertasinya dihadapan promotor dan penguji selama tiga jam akhirnya Berhak dan dapat Meraih gelar Doktor Ilmu Pemerintahan ke 379 dengan predikat Sangat Memuaskan dengan judul Disertasi
“ Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Berbasis Local Wisdom di Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.” Dengan Tim Promotor yang terdiri dari Ketua promotor Prof. Dr. Nurliah Nurdin, MA., Co Promotor 1Prof. Dr. Fernandes Simangunsong, S.STP., S.AP., M.Si., Co Promotor 2 Dr. Ahmad Averus, M.Si.

Tim penelaah/penguji yang terdiri atas:1. Dr. Halilul Khairi, M.Si., Rektor IPDN yang diwakili Bapak Prof. Dr. Muhadam Labolo, M.Si., Direktur Pasca Sarjana Memimpin jalannya sidang Terbuka sekaligus menjadi penguji 2. Prof. Dr. Mansyur Achmad, M.Si., 3. Dr. Megandaru W. Kawuryuwan, S.IP., M.Si., 4. Dr. Tjahjo Suprajogo, M.Si., 5. Dr. Hj. Rulinawaty Kasmad, S.Sos., MSi. Selaku Penguji Eksternal.
Riwayat Singkat Dr. Dyan Airlangga, S.STP., M.AP., lahir di Jakarta Tahun 1977. merupakan Aparatur Sipil Negara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi DKI Jakarta.
Pengalaman panjang dalam bidang pemerintahan daerah, pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat menjadi modal penting dalam memahami dinamika pembangunan dan tata kelola pemerintahan daerah.
Pendidikan formal Dr. Dyan Airlangga, S.STP., M.AP., diawali dengan menyelesaikan Diploma IV Ilmu Pemerintahan pada Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri pada tahun 2001. Selanjutnya menyelesaikan pendidikan Sarjana Administrasi Publik pada Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia pada tahun 2008 dan Magister Administrasi Publik pada institusi yang sama pada tahun 2011.
Komitmen terhadap pengembangan kapasitas akademik terus ditunjukkan dengan menempuh Program Doktor Ilmu Pemerintahan pada Institut Pemerintahan Dalam Negeri.
Karier birokrasi menunjukkan perjalanan yang panjang dan konsisten dalam bidang pemerintahan daerah. Beliau pernah menjabat sebagai Wakil Lurah Marunda, Wakil Lurah Rawa Badak Selatan, Lurah Kebon Kacang, Lurah Mangga Dua Selatan, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kepala Bagian Umum Kota Administrasi Jakarta Selatan, Camat Setiabudi, Camat Tebet, Kepala Suku Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Kota Administrasi Jakarta Barat, hingga saat ini dipercaya menjabat sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi DKI Jakarta.
Penelitian Dr. Dyan Airlangga, S.STP., M.AP., dengan judul Disertasi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Berbasis Local Wisdom di Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 26 informan kunci, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman.

Penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pemberdayaan masyarakat pesisir dipengaruhi oleh lima faktor utama, yaitu keterbatasan infrastruktur, belum optimalnya koordinasi antar pemangku kepentingan, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, terbatasnya akses terhadap permodalan, serta masih kuatnya budaya ketergantungan terhadap bantuan eksternal. Faktor-faktor tersebut mempengaruhi dimensi enabling, empowering, dan protecting, sehingga pelaksanaan pemberdayaan belum sepenuhnya mampu mengoptimalkan potensi local wisdom yang dimiliki masyarakat pesisir. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa nilai-nilai local wisdom seperti kolektivitas, musyawarah, gotong royong, dan pengetahuan ekologis memiliki potensi strategis sebagai modal sosial dalam mendukung proses pemberdayaan masyarakat.
Penelitian ini menghasilkan model pengembangan pemberdayaan masyarakat pesisir berbasis local wisdom sebagai penyempurnaan terhadap praktik pemberdayaan yang selama ini berjalan secara parsial dan belum terintegrasi. Model tersebut menekankan integrasi dimensi enabling, empowering, dan protecting melalui penguatan kelembagaan lokal, peningkatan kapasitas masyarakat, sinergi antar pemangku kepentingan, serta tata kelola pemberdayaan yang partisipatif dan berkelanjutan.

Nasehat Akademik yang dibacakan oleh Prof. Dr. Nurliah Nurdin, MA., Kepada Dr. Dyan Airlangga, S.STP., M.AP., saudara Dr. Dyan Airlangga, S.STP., M.AP., Hari ini, Kamis tanggal 11 Juni 2026, dengan rahmat dan karunia Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, kami segenap penyelenggara Program Studi Doktor Ilmu Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri berhasil mengantarkan Saudara Dyan Airlangga menjadi Doktor Ilmu Pemerintahan. Pencapaian ini adalah bukti nyata dedikasi dan ketekunan Saudara dalam menempuh perjalanan panjang akademik, yang penuh tantangan dan dinamika. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa meridhai dan memberkati Saudara dalam dharma baktinya bagi bangsa dan negara.
Saudara Dr. Dyan Airlangga, S.STP., M.AP., Dengan diperolehnya gelar Doktor Ilmu Pemerintahan dan dinyatakannya Saudara sebagai Doktor Ilmu Pemerintahan yang ke 379, Saudari kini memiliki tanggung jawab intelektual dan moral untuk terus mengembangkan ilmu yang telah Saudari gali melalui disertasi berjudul: “Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Berbasis Local Wisdom di Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta”.

Kami berharap hasil penelitian ini tidak hanya menjadi kontribusi ilmiah dalam pengembangan Ilmu Pemerintahan, khususnya pada kajian pemberdayaan masyarakat, pembangunan wilayah pesisir, tata kelola pemerintahan daerah, dan kebijakan publik berbasis kearifan lokal, tetapi juga dapat menjadi referensi praktis bagi pemerintah daerah, lembaga pemberdayaan masyarakat, sektor swasta, serta para pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Temuan penelitian mengenai Model Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Berbasis Local Wisdom dan Evidence-Based Policy diharapkan dapat menjadi alternatif konseptual dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan komunitas lokal dalam mengoptimalkan potensi sumber daya pesisir serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Selain itu, diharapkan terus mengembangkan penelitian lanjutan mengenai pemberdayaan masyarakat pesisir, pembangunan wilayah kepulauan, penguatan kelembagaan masyarakat lokal, pengelolaan sumber daya berbasis kearifan lokal, serta inovasi kebijakan publik yang responsif terhadap karakteristik sosial budaya masyarakat sebagai bagian dari kontribusi akademik dalam pengembangan Ilmu Pemerintahan dan pembangunan masyarakat maritim Indonesia.
Ingatlah selalu bahwa ilmu bukanlah sekadar untuk kebanggaan, tetapi sebagai sarana pengabdian. Terapkanlah ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk. Jadilah sosok yang rendah hati, yang ilmunya bermanfaat bagi banyak orang, dan yang kiprahnya menjadi teladan.
Turut hadir dan memberikan ucapan selamat kepada Dr. Dyan Airlangga, S.STP., M.AP., Istri Tercinta dan Keluarga, Sahabat-sahabat seangkatan Alumni IPDN Angkatan 11, Sahabat sahabat SKPD Provinsi DKI Jakarta, Para sahabat sahabat Alumni Doktor Ilmu Pemerintahan IPDN, Ucapan selamat dari Pimpinan Media Aspirasi Publik Oberlin Sinaga, S.H., S.E., M.M., dan Wartawan Aspirasi Publik Dr. Joko Susilo Raharjo Watimena, S.Pdi.,M.M. Semoga ilmu yang Dr. Dyan Airlangga, S.STP., M.AP., dapatkan bermanfaat untuk Masyarakat Bangsa dan Negara Indonesia Tercinta. Aamiin. (Oberlian Sinaga @ JSR Watimena)




