
Jakarta, aspirasipublik.com – Koalisi Peduli Indonesia (KPI) menyoroti dugaan adanya tindakan atau materi dalam sebuah festival musik di kawasan Ancol, Jakarta Utara, yang dinilai sebagian masyarakat berpotensi menyinggung atau melecehkan nilai-nilai agama.
Ketua Umum Koalisi Peduli Indonesia (KPI), Ahmad Fauzi meminta pihak penyelenggara maupun manajemen Ancol memberikan penjelasan secara terbuka terkait dugaan tersebut. Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan hiburan harus tetap memperhatikan norma agama, kesopanan serta sensitifitas masyarakat.
“Kami meminta semua pihak tidak menganggap persoalan ini sepele. Jika benar terdapat materi atau tindakan dalam festival yang dinilai menyinggung keyakinan agama, tentu harus ada klarifikasi dan evaluasi secara menyeluruh,” ujar Ahmad Fauzi.
Ahmad menegaskan, kritik KPI bukan dimaksudkan untuk menghambat kegiatan seni dan hiburan. Namun, kebebasan berekspresi menurutnya tetap harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap nilai-nilai agama dan kehidupan masyarakat yang beragam.
“Kami menghormati kebebasan berekspresi dan kegiatan seni. Tetapi kebebasan tersebut juga memiliki tanggung jawab sosial. Jangan sampai sebuah pertunjukan justru menimbulkan keresahan atau perasaan tersinggung di tengah masyarakat,” tegasnya.
KPI juga mendorong Aparat Penegak Hukum melakukan pemeriksaan terhadap materi pertunjukan, konsep acara, serta mekanisme pengawasan selama festival berlangsung. Apabila ditemukan pelanggaran, Kami meminta agar diberikan tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami mendesak Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mencopot Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Syahmudian Lubis,” tegas Ahmad Fauzi.
KPI juga mengimbau masyarakat agar menyampaikan aspirasi secara damai dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik atau perpecahan.
“Hormati agama, hormati keyakinan, dan hormati kebebasan berekspresi. Semua harus berjalan seimbang demi menjaga ketertiban dan kerukunan masyarakat,” pungkas Ahmad Fauzi. (Hilman)


